𝚂𝙴𝙹𝙰𝚁𝙰𝙷 𝙳𝙴𝚂𝙰 𝙲𝙸𝙿𝙰𝙽𝙲𝙰𝚁

𝗦𝗲𝗷𝗮𝗿𝗮𝗵 𝗗𝗲𝘀𝗮 𝗖𝗶𝗽𝗮𝗻𝗰𝗮𝗿

ᴋᴀᴍᴘᴜɴɢ ᴛᴇʀᴛᴜᴀ ᴅɪ ꜱᴜᴍᴇᴅᴀɴɢ

𝐋𝐚𝐭𝐚𝐫 𝐁𝐞𝐥𝐚𝐤𝐚𝐧𝐠 𝐒𝐞𝐣𝐚𝐫𝐚𝐡 𝐂𝐢𝐩𝐚𝐧𝐜𝐚𝐫...

       Berawal dari suatu tragedi yang terjadi di Ciamis dimasa pemerintahan Prabu Wretikandayun , dengan nama lain adalah Prabu Suryadarma JayaPrakosa  . Beliau adalah seorang tokoh yang  mandiri dan mendirikan kerajaan di tahun 534 M. Beliau mempunyai tiga orang anak. Anak yang pertama namanya adalah Sempak Waja, yang kedua bernama Jantaka, dan yang ketiga bernama Mandiminyak. Pada saat Prabu Wretikandayun sudah tua saat pemerintahannya pada tahun 1702 M, beliau memilih keturunannya untuk menjadi raja. 

     Prabu Wretikandayun harus memilih calon raja yang cocok dari ketiga anaknya. Untuk menjadi seorang raja itu harus yang sempurna (ganteng,kuat,dan gagah). Untuk mencari raja yang sempurna Prabu Wretikandayun harus menyeleksi anak-anaknya terlebih dahulu. Anak pertama, yang bernama Sempakwaja ini mempunyai penyakit “peyronie”, sehingga tidak terpilih untuk menjadi raja. Kemudian, anak yang kedua bernama Jantaka, dia memiliki kekurangan yaitu giginya ompong sedari kecil sehingga tidak dapat menjadi seorang raja. Dan yang terakhir anak ketiga bernama Mandiminyak, dia seorang pria yang tampan, pandai, gagah dan sakti. 

     Meskipun dia tampan, pandai, gagah, dan sakti akan tetapi Mandiminyak ini memiliki ketidak sempurnaan yaitu matanya “jelalatan”  ketika melihat wanita cantik matanya selalu jelalatan. Oleh karena itu, akibat dari ketidaksempurnaannya, Mandiminyak bermain belakang dengan istri kakaknya yang bernama Dewi Wulansari. Mandiminyak dan Dewi Wulansari memiliki anak yang diberi nama Sang Sena. Sang Sena diangkat menjadi raja oleh Mandiminyak. Namun, Purbasora yang anak aslinya tidak setuju dengan keputusan tersebut. Pada akhirnya Sang Sena turun jabatan.

      Mandiminyak dan Dewi Wulansari dari kerajaan Kalingga dinikahkan dengan alasan pilihan orang tua. Pernikahan Mandiminyak dan Dewi Wulansari memiliki anak yang diberina nama Sannaha. Sang Sena menikah dengan Sannaha dan mempunyai anak Sang Sanjaya.  Sang Sanjaya tidak suka kerajaan Ayahnya dikuasai oleh Purbasora .  Sehingga,  Sang Sanjaya menyerang purbasora dan serangan itu dapat dikalahkan. Akibat dari kekalahan itu, sang Purbasora bersama anak-anaknya meloloskan diri dari  para prajurit yang tidak suka dengan dia. Purbasora menikah dengan Citra Kirana dan punya tiga orang anak yang paling besar adalah Prabu Wulansari Jaya Kusuma, yang kedua Wiradi Kusuma, yang ketiga adalah Komalasari. 

𝐊𝐢𝐬𝐚𝐡 𝐃𝐢𝐛𝐚𝐥𝐢𝐤 𝐊𝐚𝐭𝐚 𝐂𝐢𝐩𝐚𝐧𝐜𝐚𝐫....

    Komalasari di cipancar disebut "sunan pancer". Purbasora melarikan diri akibat kalah dari pertempuran dengan Sang Sanjaya. Keluarga Purbasora meninggalkan kerajaan Galuh bersama Prabu Wulansara Jaya Kusuma, Wiradi Kusuma (Sunan Pameret) dan Dewi Komalasari bersama Jaksa Wiragati. Mereka menerobos ke dalam bumi agar tidak diketahui oleh para prajurit, sampailah disuatu lengkob (wilayah) di tempat ini Purbasora, Wijaya Kusuma, Wiradi Kusuma, Dewi Komalasari, dan Jaksa Wiragati melihat ada air yang memancar sehingga Purbasora spontan berkata "Cipancar...Cipancar...Cipancar", mata air yang memancar. Sampai sekarang, mata air tersebut masih ada. 






    Kalau anda tahu silahkan bertanya, kalo anda tidak tahu jangan bertanya. 

    karna saya tahu,jadi saya bertanya #kuncencipancar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

𝙱𝙸𝙾𝙳𝙰𝚃𝙰 𝙰𝙽𝙶𝙶𝙾𝚃𝙰 𝙺𝙺𝙽 𝙳𝙴𝚂𝙰 𝙲𝙸𝙿𝙰𝙽𝙲𝙰𝚁

𝙿𝚁𝙾𝙶𝚁𝙰𝙼 𝙺𝙴𝚁𝙹𝙰 𝙺𝙺𝙽 𝙳𝙴𝚂𝙰 𝙲𝙸𝙿𝙰𝙽𝙲𝙰𝚁 𝟸𝟶𝟸𝟸