𝙺𝙴𝚄𝙽𝙸𝙺𝙰𝙽 𝙳𝙴𝚂𝙰 𝙲𝙸𝙿𝙰𝙽𝙲𝙰𝚁

𝐊𝐞𝐮𝐧𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐃𝐞𝐬𝐚 𝐂𝐢𝐩𝐚𝐧𝐜𝐚𝐫 

      Dalam sebuah Desa pasti memiliki mistery, mitos, sejarah, dan keunikannya masing-masing. Desa Cipancar merupakan Desa tertua di Sumedang, yang berada di Kecamatan Sumedang Selatan. Desa ini terkenal dengan berbagai mitos-mitos unik. Salah satu mitos yang sangat terkenal adalah larangan menyebut "ucing" atau "kucing"dan sebagai gantinya harus menyebut "enyeng". Namun, setelah diulik secara mendalam mengenai Desa Cipancar ini ternyata ada mitos yang tidak kalah unik, yaitu tidak boleh memainkan gamelan. 

𝗖𝗶𝗽𝗮𝗻𝗰𝗮𝗿 𝗧𝗲𝗿𝘁𝘂𝘁𝘂𝗽 𝗨𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗚𝗮𝗺𝗲𝗹𝗮𝗻..

     Nama Cipancar ini identik dengan "Gunung Sunda". Di Gunung Sunda ini biasanya sering dipakai sebagai peristirahatan para wali. Tokoh yang pertama kali membuka lahan di Desa Cipancar adalah Eyang Tajur atau Suta ngumbar putra Prabu Siliwangi atau Surya Kencana. Pada dasarnya, Eyang Tajur ini seorang ahli pembuat gamelan (pancasan). Eyang Tajur membuat gamelan sebagai sarana dakwah (sarana dakwah). Gamelan yang pertama dibuat oleh Eyang Tajur adalah gamelan renteng, dipakai untuk shalawatan. Suara gamelan yang sangat merdu dan bagus, membuat orang luar terpikat dengan gamelan tersebut, sehingga gamelan ini dipinjam tetapi tidak dikembalikan sampai saat ini. Eyang Tajur membuat kembali gamelan berbahan dasar besi campur perunggu, lebih bagus, dan lebih merdu, gamelan ini dipinjam kembali dan tidak dikembalikan lagi. Eyang Tajur tidak putus asa, beliau membuat kembali gamelan dengan berbahan dasar perunggu asli, menggunakan salah satu air di Cikahuripan disebut dengan kata lain adalah "cipancasan" air untuk membuat gamelan membuat suara gamelannya menggelegar. Gamelan yang ketiga kalinya dipinjam kembali mengatas namakan pimpinan dan tidak dikembalikan sampai saat ini. Kesabaran Eyang Tajur pun habis, kalau terus-terusan seperti ini ilmu akan menjadi penghalang (hijab). Eyang Tajur tidak mau dan takut, gamelan yang dibuatnya menjadi penghalang atau hijab ketika beribadah kepada Allah. Oleh karena itu, sampai sekarang Di Cipancar untuk ibadah atau shalawatan tidak perlu menggunakan gamelan. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

𝙱𝙸𝙾𝙳𝙰𝚃𝙰 𝙰𝙽𝙶𝙶𝙾𝚃𝙰 𝙺𝙺𝙽 𝙳𝙴𝚂𝙰 𝙲𝙸𝙿𝙰𝙽𝙲𝙰𝚁

𝙿𝚁𝙾𝙶𝚁𝙰𝙼 𝙺𝙴𝚁𝙹𝙰 𝙺𝙺𝙽 𝙳𝙴𝚂𝙰 𝙲𝙸𝙿𝙰𝙽𝙲𝙰𝚁 𝟸𝟶𝟸𝟸

𝚂𝙴𝙹𝙰𝚁𝙰𝙷 𝙳𝙴𝚂𝙰 𝙲𝙸𝙿𝙰𝙽𝙲𝙰𝚁